Bipolar Disorder

Inspirasi menulis itu datengnya bisa dari mana aja, salah satunya dari Oprah Winfrey Show. Beberapa hari yang lalu, show tersebut membahas tentang bipolar disorder, semacam penyakit kejiwaan yang membuat penderitanya terganggu secara emosi. Penderita bipolar suatu saat merasa sangat bahagia bahkan terlalu bahagia namun dapat berubah drstis menjadi merasa sangat sedih dan tertekan. Emosi yang tidak stabil dan berlebihan inilah yang menjadi masalah bagi penderita, mereka menjadi tidak bisa menikmati kehidupan dengan emosi normal. sindrom ini belum banyak dibicarakan dan belum ditemukan jenis pengobatan pasti namun sindrom ini dapat disembuhkan. Karena latar belakang dan kondisi kejiwaan seseorang berbeda-beda maka waktu penyembuhannyapun melewati pendekatan yang berbeda setiap orang.

Ada seorang penderita yang merasa sangat tertekan dengan sindrom ini hingga ingin bunuh diri karena kehidupannya tidak bisa berjalan normal. Untung si penderita mendapat dukungan penuh keluarganya sehingga ia terus berusaha untuk sembuh namun telah 8 tahun berlalu si penderita masih belum kunjung membaik. Latar belakang sindrom ini juga tidak jelas, bila Penyanyi pop Sinead O’conor menggambarkan awal mula sindrom bipolar yang dideritanya akibat tekanan media sepanjang karirnya maka penderita yang disebutkan diawal tidak punya bayangan mengapa bipolar menyerang dirinya. Dia memiliki keluarga yang menyenangkan dan tidak pernah mengalami pelecehan seksual dengan kata lain kehidupannya cukup normal namun di usia 23 tahun emosinya menjadi diluar kendali. Pernah suatu kali ia merasa sangat tertekan dan menangis selama 2 hari lalu dilain waktu ia terlalu banyak tertawa.

Sindrom yang aneh ya? Setelah nonton acara tersebut, gw jadi bertanya-tanya tentang seorang teman yang punya emosi meledak-ledak seperti itu. Suatu siang dia bercanda dan tertawa riang di kantin dan sorenya kami mendapat kabar bahwa ia masuk rumah sakit karena menegak baygon setelah menangis sepanjang sore. Gak ada yang tahu apa persisnya yang terjadi, pacarnya merasa tidak ada masalah dan orang tua nya tidak menerima keluhan apapun dari anak perempuannya itu, so what? kalo gw mikirnya sih dia lebay aja tapi… entahlah… mungkin gak yang kayak gitu penderita bipolar? tu bocah pasti cuma nyari perhatian aja, kalo diliat2 dia emang gak punya temen gitu, jadi mungkin aja dia kesepian? kalo gak punya temen kan ada yang salah dengan bocah itu? ampun deh jadi kacau, yah terserah lah…

Kalo menurut gw, dari sudut pandang manapun gw memandang kasus bunuh diri, gw menganggap hal itu gak pantas, gak logis, gak terhormat, gak bertanggung jawab dan pengecut sejati. Tapi seseorang boleh bunuh diri kalo banyak yang nyuruh :mrgreen: berarti orang itu sungguh, sungguh tak diinginkan bumi. Tapi gak ada orang seperti itu kan? lagi pula menurut agama yang gw yakini kebenarannya, bunuh diri itu perbuatan yang dibenci Tuhan, gak diterima bumi maupun akherat jadi gw heran aja ada yang mendoakan “semoga geby/ega or whoever penyanyi lagu hantu yang mati bunuh diri itu, diterima di sisiNya.” punya agama gak loch??!!!….. ya… mungkin lah disisi neraka bagian mana gitu, dibakar bertahun-tahun baru deh boleh didoakan lagi :D gak tahulah, itukan misteri Ilahi tapi menurut gw lagu geby or whatever itu gak ada bagus-bagusnya, suaranya cempreng dan lagu itu benar-benar lagu yang menjerumuskan orang untuk bunuh diri bila cinta berakhir oh romantisnya… oh please dech romantis dari sudut mana? Selera orang beda-beda, asal gak ikut harakiri there’s no problemo.

Kembali ke bipolar, ada suatu kasus yang pernah gw baca, seorang penderita bipolar memakai mariyuana dalam proses pengobatannya :roll: gak tahu tuch sukses apa gak, yang jelas dia sukses melegalkan mariyuana memasuki bandara manapun ketika dia harus bepergian. Obat seperti itu rasanya ahany penyembuhan jangka pendek dengan efek jangka panjang sangking panjangnya bisa dibawa sampe liang lahat. Syukurnya gw gak kena penyakit kejiwaan macem itu selain sindrom buta arah yang menjadi masalah kalo gw harus jadi navigator bahkan kanan dan kiri pun gw susah membedakan dan OCD-Obsesif Compulsif disorder yang ini merepotkan karena kalo jalan diubin bawaannya pengen menapakkan kaki pas ditengah-tengah ubin tersebut, kalo ubinnya lebar jadi capek makanya gw jarang ngeliat kebawah kalo lagi di area ber ubin yang berarti gw jarang memperhatikan jalan and that’s why gw sering kesandung :mrgreen: Intinya dalam menjalankan hidup itu harus bisa ikhlas dan sesuai porsinya, jangan lebay dan terlalu serius yang bisa meningkatkan kecendrungan bunuh diri sekaligus merepotkan orang.

30 Tanggapan to this post.

  1. Posted by yono on Juli 8, 2008 at 9:32 am

    Ass..Jangan sok tau…kadang kita yang sehat jiwanya ini merasa bahwa orang yg bunuh diri itu dosa tanpa kita tau penyebabnya…memang benar secara teori agama ,tapi bagi penderita bipolar disorder mereka tidak berdaya karena mereka tidak bisa mengendalikan emosinya ,ada halusinasi & bisikan2 yang menghantui emosi & pikirannya…nah kalo kayak gini apa dia yg mesti disalahkan toh itu penyakit diluar controlnya…allah juga maha tau & maha adil…mana orang yg bunuh diri karena apatis or orang yg bunuh diri karena diluar kesadarannya…bersyukurlah kita dikarunia kesehatan jiwa…tapi sayangilah mereka yang menderita….masalah masuk surga or neraka itu hak prerogatif tuhan….apa yakin dengan jilbab & performance keagamaan yg hebat orang langsung masuk surga ???? sombong banget ya kita bisa menentukan siapa masuk surga ? siapa ke neraka ? apalagi bisa nentuin bagian orang lain di neraka…istigfarlah…iblis diusir dari surga karena sombong….”ga akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada kesombongan”……….wass

  2. Posted by alin on Juli 8, 2008 at 1:55 pm

    Assalamu’alaikum wr wb…

    Terima kasih atas kritikan saudara Yono, semoga bisa menjadi kebaikan bagi saya dan anda dimasa depan.

    Sepertinya anda kurang menyimak tulisan-tulisan saya atau mungkin tulisan saya terlalu arogan. Namun kita sepakat saja. bunuh diri bukan jalan keluar untuk masalah apapun. misal: salah satu sebab seseorang punya kecendrungan bunuh diri atau kecendrungan kekerasan terhadap anak atau wanita, biasanya karena trauma masa lalu berupa pelecehan seksual atau mengalami kekerasan dalam waktu lama. Jadi yang menjadi masalah adalah bagaimana seseorang menghadapi trauma tersebut. Saya pernah beberapa kali mengalami pelecehan seksual, beberapa teman saya juga mengalami hal yang sama bahkan salah satu diantaranya mengalami kejahatan seksual. Dia diperkosa, satu kota tahu, karena sampe masuk koran. Tapi hal itu tidak membuat kami menegak baygon atau gantung diri karena syukurnya ada orang yang membantu kami melewati masa sulit itu dan kami bicara dan kami minta pertolongan. Bukannya malah kami bersikap sombong seolah-olah bisa menghadapi segalanya sendiri yang akhirnya menjadi penyakit. Rasa malu dan harga diri yang tinggi menyebabkan orang yang mengalami pelecehan atau kekerasan tidak menceritakan masalah mereka. Dengan kata lain, saya berani bicara bahwa orang seperti itu terlalu mengasihani diri sendiri terlalu sombong,percaya saja mas Yono, saya pernah mengalami hal itu.

    Jelas masuk surga atau neraka dan dosa ataupun amal menjadi ketentuan Tuhan. Saya tidak berhak menentukan karena sudah pasti saya bukan orang suci yang pertama masuk surga, saya tidak bebas dari dosa, saya hanya memberitahukan secara tersirat bahwa pelecehan, penyakit, kekerasan dan tekanan yang kita alami ataupun putus cinta yang anda alami bukan alasan mengakhiri hidup. Kecuali ada kasus bunuh diri karena kerasukan atau karena dihipnotis,itu hal lain atau anda malah percaya kalau Tuhan menciptakan penyakit bunuh diri? jangan berburuk sangka pada Tuhan, saya percaya bahwa Tuhan tidak menciptakan ketentuan yang kontradiktif terhadap ketentuanNya yang lain.

    Jangan pernah ragu untuk bicara, jangan ragu minta pertolongan,jangan pernah malu mengakui kekurangan dan masalah kita karena Tuhan tidak menciptakan anda untuk menjadi manusia tunggal. Ada orang lain. Menjadi tugas kita sebagai manusia untuk menyayangi dan menghormati manusia lainnya dan tolong menolong (dalam kebaikan tentunya) menjadi bagian dari tugas kita. Demikianlah, semoga menjadi masukan bagi kita dan menjauhkan kita dari sikap sombong.

    Wassalamua’alaikum

  3. Posted by ipe on Agustus 20, 2008 at 11:04 am

    halo alin..makasih info ttg penyakit mental bipolar disorder.Namun ada yang saya sgt menyayangkan misjudge alin ttg teman alin yang melakukan percobaan bunuh diri dan tidak mempunyai teman. Semua orang bahkan Tuhan pun sepakat bahwa bunuh diri merupakan perbuatan tercela dan dibenci Tuhan sehingga tidak ada ampunan bagi yang melakukannya. Namun, kita sebagai manusia jangan sampai mencela sesamanya dan apa yang mereka perbuat sebagai perbuatan gak hormat, gak punya harga diri or what soever. Biarkanlah anggapan itu hanya ada dalam pendapat kita untuk diri kita sendiri. apalagi mengatakan bahwa teman kita tidak memiliki teman sehingga ada yang “salah” dengan dirinya,..coba luaskan cakrawala berpikir kita dengan tidak memberikan stigma terhadap oranglain. Siapa tau dia tidak punya teman karena memang minder, ada masalah dalam keluarga, atau memang tidak ada teman yg cocok dengan dirinya dalam lingkungannya, dan masih banyak faktor lain.

    Siapa tahu hal itu (sakit mental) suatu saat akan terjadi pada diri kita yang sekarang merasa normal2 saja. Who knows? Jiwa manusia sangat kompleks dan memiliki rentang tak hingga.

  4. Posted by alin on Agustus 20, 2008 at 1:54 pm

    thx ya Ipe, atas masukannya. Sepertinya emang tulisanku aja yang arogan. Ngomong-ngomong soal stigma, sebenarnya aku gak kenal secara personal dgn temanku itu, soalnya rada takut (pernah 4x mencoba bunuh diri) berhubung orang yang dekat dgan temanku itu makin lama makin menjauh jadi semua orang beranggapan kalo dia egois dan posesif. Penyakit kejiwaan kan jarang diperhatikan di Indonesia jadi aku kasihan juga dengan temenku itu, agak sulit untuk mengerti dan bersabar dengan kondisi seperti itu apalagi kalo gak tahu kalo dia sebenarnya punya masalah kejiwaan.

    Kemarin aku nonton Greys Anatomy dan menemukan sindrom yang menarik yaitu sindrom wajah bersemu merah. Jadi penderita sindrom ini tidak bisa menyembunyikan emosinya sedikitpun karena warna wajahnya mudah berubah. Kalo dia menyukai atau marah wajahnya menjadi merah padam dan untuk menghilangkan sindrom ini harus mengangkat kelenjar tertantu yang memproduksi hormon tertentu yang berproduksi berlebih saat penderita merasa emosi. Dan tahukah anda? operasi pengangkatan kelenjar tersebut berisiko tinggi yaitu hati menjadi rusak dan kemungkinan lumpuh! :mrgreen: aku jadi merasa berdosa sama Kuuga, Kuuga kamu gak usah operasi ya, resikonya tinggi, mukamu jadi lumayan manis kalo memerah, kan bisa dipanggil Khumairah :D

  5. Posted by Farah on September 3, 2008 at 1:21 pm

    g semua kasus bunuh diri berlatar belakang gangguan jiwa sih, memang ada orang yang gampang putus asa, kalo gampang putus asa dan berpikiran sempit masuk gangguan jiwa g?

  6. Posted by emilykes on September 11, 2008 at 10:30 pm

    Dear teman2, saya mau sharing & ikut nimbrung soal subject Bipolar Disorder ini, karena saya sendiri adalah penderita disorder ini. Jangan kaget dulu karena ini adalah penyakit kejiwaan yang sudah ada ketika kita lahir, terbawa secara genetik & tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol, seperti sakit diabetes atau jantung. Saya juga baru mengetahui bahwa saya punya disorder ini karena selama bertahun2 saya merasa sangat frustasi mengapa banyak problem dalam hidup saya tidak bisa diselesaikan. Saya akhirnya bertekad utk counseling dengan psikiater di RSCM. Awalnya saya curiga saya mengidap ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder), dimana saya sangat sulit utk berkonsentrasi, gampang sekali distracted & susah menyelesaikan suatu tugas. Ternyata dokter psikiater mendiagnosa kalau saya mengidap Bipolar disorder ini. Gejala2nya adalah perubahan mood (mood swings) yg begitu drastis dari merasa bahagia, dan tiba2 bisa merasa depresi (sedih). Saya diberikan pengobatan Depakote ER sebagai mood stabilizer. Saya sangat bersyukur saya bisa tahu problem saya selama ini & seharusnya saya tahu sebelumnya krn banyak memberikan problem ke kehidupan pekerjaan & pribadi dgn mood swings ini. Kita sebagai penderita tidak mau & mengerti mengapa ini terjadi krn sudah dalam tubuh kita, tapi mengganggu org2 sekeliling kita. Awalnya saya sedih krn membawa ‘penyakit’ ini selama saya hidup & satu2nya cara utk coping adalah mengontrol mood2 swing tersebut dgn obat. Untungnya saya tidak punya keinginan ke arah bunuh diri dimana itu sudah kondisi ekstrim. Kalian bisa baca lebih banyak mengenai penyakit ini di website: http://www.bipolar.com Dokter psikiater di RSCM sangat profesional utk mendiagnosa apa yg saya alami, juga tidak mahal biaya konsultasi, hanya Rp. 60ribu per kunjungan, plus obat, tergantung dari typenya. Menurut saya, kita harus punya pikiran terbuka mengenai kesehatan mental, kadang kita merasa punya problem dalam kehidupan sehari2 tapi kadang bingung utk coping & takut dibilang “gila” atau problem kejiwaan, lebih baik kita konsultasi ke ahlinya yg tidak kita kenal, malah akan lebih nyaman dibanding org kita kenal. Saya jadi mengenal diri saya sendiri & menyadari problem2 yg saya hadapi bertahun2 ini adalah penyebab dari disorder yg saya punya, dan dulunya saya tidak tahu. Mudah2an sharing saya bermanfaat utk teman2.

  7. Posted by alin on September 13, 2008 at 12:49 am

    @Farah
    Gak tahu sih tergantung paham kita tentang gangguan jiwa itu seperti apa. Emang ada sih orang yang punya kecendrungan bunuh diri contohnya temen gw itu. Tapi kalo emang niat bunuh dirinya kuat pasti dia sudah sukses di aksi pertama, kalo gagal berkali-kali namanya cari perhatian, maaf ya ini berdasarx pengalaman pribadi tapi bukan gw yg mau bunuh diri. Percaya deh bunuh diri itu hanya satu cara untuk memindahkan masalah dari pundak kita ke pundak orang lain. Jadi kalo mau bunuh diri coba di riset dulu cara yg paling efektif dan efisien. Kok jadi pro bunuh diri?? maaf bukan maksudh…

    @Emilykes
    Trims Emilykes atas kesediaannya berbagi pengalaman dan berbagi ilmu disini, sejujurnya agak kewalahan juga dengan pertanyaan dan pernyataan yang timbul di artikel ini.

    Tulisan mengenai bipolar disorder yang teks indonesia masih sangat jarang, gw baru tahu ada disorder ini baru beberapa bulan yg lalu setelah baca buku the highest tide dan jadi sangat prihatin dengan org yg harus hidup dengan bipolar disorder. Banyak yang nyasar di artikel ini dengan clue: “penyembuhan bipolar”, “bipolar di iNdonesia”, “tanda-tanda bipolar” dsb, semoga para pencari yang tersesat disini bisa terbantu dengan masukan dari emilykes. Intinya: jangan malu untuk berbagi, jangan malu untuk minta pertolongan, seperti kata L di DN 3.5: tak peduli seberapa berbakatnya dirimu, sendirian takkan bisa mengubah dunia, namun hal itulah yang membuat dunia jadi menarik.

  8. Posted by ShinigamiFLY on Oktober 13, 2008 at 8:27 am

    tentang bipolar disorder.. aku sendiri masih mencari apakah aku mengalaminya atau tidak.. aku g mau ke spikiater soalnya aku g terlalu suka dan g percaya sama orang dewasa. aku merasa perubahan suasana yang aku sendiri g bisa bilang mood.. tapi rasanya aneh sekali.. pagi aku rasanya ingin senyum dan tertawa aku sadar g ada yang perlu di tertawakan tapi rasanya ingin saja.. kalau moodku baik aku bakal main hal-hal yang over acting seperti memperagakan seorang samurai dengan benda-benda apa saja yang aku temui. tapi ada jeda tiba-tiba suasananya berubahlagi tanpa sebab lalu aku jadi mengingat hal-hal yang buruk. kemudian sikapku aneh mondar-mandir atau sembunyi/mojok sendirian mengindari keramaian.. aku ngomong sendiri.. kalau sudah puncak aku bakal nangis terus kesal..aku g mau pulang dan kupacu sepedamotorku sejauh yang aku suka.. kalau aku sadar aku bertindak aneh di depan orang..aku akan berharap lebih baik aku hilang saja..
    dulu aku pernah mikir bunuh diri tapi stop aku sadar aku punya akherat.. udah hanya pegangan kata-kataitu saja. kalau penyakitku kambuh lagi aku cuma ingin hilang saja bagaimanapun caranya bahkan aku biasa ngebut g perduli ketabrak ato tidak..

  9. Posted by alin on Oktober 14, 2008 at 12:48 pm

    @shinigami FLY
    gw g tw harus nulis apa, sepertinya kamu punya kecendrungan itu tapi semoga enggak. seperti kata Michael Jackson: You Are not alone… well mungkin kamu bisa nanya2 ke emilykes, gw blm pernah email dia tp kalo kamu mau lebih tahu soal bipolar disorder pasti dia orang yg tepat. Mungkin dy org dewasa, gw gak tahu tp yg pasti suatu saat kita jg jd org dewasa, dn saat itu kita baru mengerti kenapa org dewasa bersikap seperti apa yg tidak kita sukai saat kita belum dewasa.

  10. Posted by yono on November 19, 2008 at 9:18 am

    buat emilykes thx ya atas masukannya,sharingnya sangat bermanfaat buat penderita bipolar,walaupun saya bukan penderita hanya kebetulan orang terdekat saya mengalaminya,namun satu pelajaran berharga yg bisa saya ambil bahwa banyak orang yang bersikap berbeda dilingkungan kita bukan karena keinginannya tapi karena problem kejiwaan yang dia alami dan tidak adil buat kita yang kebetulan dikarunia kesehatan jiwa untuk menjudge yang berlebihan apalagi dengan sinisme terhadap orang tsb,apalagi bipolar disorder ini bisa dikatagorikan penyakit fisik juga karena adanya ketidakseimbangan cairan diotak..mudah2an tuhan memberikan kebijaksanaan buat kita dalam menilai sesama manusia…buat emilykes kayaknya saya perlu sharing khusus untuk membantu temen saya mengatasi problemnya,kalau diizinkan bisa sms no hp nya ke 081386272452…bantuan & sharing anda sangat saya harapkan wassalam

  11. Posted by ren on Desember 23, 2008 at 3:05 am

    Buat emilykes boleh minta info2nya gak soal bipolar, bisa minta emailnya? k rafare.design@yahoo.com..
    saya sudah mengalami mood swing dari jaman sma. Sekarang umur saya 24, taun ini kyknya makin parah, beberapa kali mood saya down bgt sampai2 4x mo bunuh diri rasanya, benar2 gak bisa saya kontrol.. 2 minggu lalu selama hampir 3 minggu saya aktif bgt, otak muter terus.. bisa gak tidur 3-4 hari tanpa rasa cape, dan emosi saya naik, lekas marah sampai banting barang2. Saya juga sempet kena panic attack dijalan raya, tiba2 saya kehilangan arah, dan akhirnya cuma duduk di pinggir jalan dan menangis… mood saya mudah sekali naik turun tanpa sebab.. saya belum pernah k psikiater krn takut, tp saya juga gak tahan sama pikiran2 saya yg gk bisa dikontrol. Terimakasih, mohon responnya..

  12. Posted by nadine on Februari 5, 2009 at 11:35 pm

    Buat yg nulis,
    kalo blm terlalu tahu jgn sok tahu buat nulis ttg sesuatu yg anda sendiri tidak mengalaminya.
    Kalau anda memang berniat tulus membantu penyandang gangguan bipolar, jgn dgn cara prihatin ato kasihan, karena kami tidak butuh dikasihani.
    Tapi lakukan dengan cara menghapuskan stigma negatif tentang bipolar disorder, angkat sisi positifnya, semangati kami.
    Tahukah anda bahwa orang-orang terkenal, hebat, seniman, komposer, musisi, artis, filsuf, pahlawan, olahragawan, negarawan dunia banyak yang menderita bipolar disorder ?
    Mari saya kenalkan pada anda :
    -Ludwig van Beethoven
    -Vincent van Gogh
    -Florence Nightingale
    -Ernest Hemingway
    -Sidney Sheldon
    -Winston Churchill
    -Abraham Lincoln
    -Van Damme
    -Mohammad Ali
    -Britney Spears
    -Beyonce
    -Adolf Hitler
    -Stalin
    dan masih sangat banyak lagi. Mungkin anda telah menikmati dan malah menyukai karya-karya jenius mereka. Anda seharusnya malu jika anda menikmati dan mengagumi karya mereka tapi malah mencemooh keadaan mereka.

    Buat saudara2 saya yg menyandang bipolar disorder, ini pesan saya :
    1. Ini bukan penyakit, ini hanya kekurangan kita. Semua manusia punya kekurangan di dunia ini. Kebetulan kekurangan kita diberi nama bipolar disorder. Jadi hindarkan menyebut diri pengidap, lebih baik penyandang.
    2. Coba direnungkan dengan melihat contoh orang2 di atas. Tuhan tidak menghukum kita dengan kekurangan ini tapi justru menjadikan kita perpanjangannya untuk membuat keadaan dunia lebih baik, memberi karya-karya indah dan spektakuler yang akan membuat kita semakin kagum pada kebesaranNya dan semakin yakin bahwa manusia adalah ciptaanNya yang paling sempurna.
    3. Kita bukan orang yang pantas masuk neraka. Jangan hiraukan komentar negatif orang2 yang tidak mengerti apa yang kita alami.
    4. Tuhan itu adil. Ia memberi kekurangan pada kita dengan semua kondisi seorang bipolar disorder tapi ia juga menganugerahi kita dengan daya kreativitas, intelegensia dan ide2 yg melebihi saudara kita yang tidak kekurangan. Bahkan kita mampu menumpahkannya dalam sebuah “karya besar” dalam waktu singkat tanpa harus istirahat dan tanpa kelelahan esok harinya. Bukankah itu menakjubkan ? Seperti halnya orang buta yang dibukakan mata hatinya untuk melihat. Jadi manfaatkanlah anugerah Tuhan itu dengan sebaik2nya.

  13. Posted by alin on Februari 6, 2009 at 8:54 am

    @Nadine
    Trima kasih sekali atas semua koreksi, perhatian, dan masukannya pada tulisan saya. Saya merasa saya sendiri tidak menyudutkan penderita bipolar apalagi menimbulkan sentimen negatif, saya hanya tidak setuju dengan percobaan bunuh diri (bunuh diri kok dicoba-coba?faktanya keberhasilan bunuh diri cuma 20%) namun bila ada yang salah paham maka saya minta maaf terutama pada mba Nadine sebagai orang yang paling tahu dan memahami penderitaan pengidap bipolar lainnya. Tentunya mba Nadine gak pernah berpikir untuk bunuh dirikan?

    Mba nadine sudah ngasih contoh orang orang terkenal yang hidup dengan bipolar, tapi kalo britney (yg menyia-nyiakan anaknya terus gonta ganti agama tergantung pacar), hitler, atau stalin gak usah ditiru ya :mrgreen:

    Bagi yang membaca tulisan ini serta komentar2 yang ada jadi bisa tahu ciri2 penderita bipolar, jadi bisa jadi acuan buat kita untuk memahami kondisi kejiwaan kita karena setiap orang pasti punya masalah kejiwaan. Untuk para penderita Bipolar: Jangan menyerah dengan penyakit ini, jangan merasa minder apalagi malu untuk konsultasi ke dokter ahli, yakinkan dan terus berjuang untuk sembuh karena Tuhan menciptakan kita dengan sempurna, kalo kita merasa terlahir tak sempurna maka kesalahan ada pada diri kita. Namanya juga manusia selalu merasa kuraaaaaang terus….

  14. Posted by dewdewdew on Februari 11, 2009 at 2:26 pm

    Thanx buat smuanya, bnyak info juga yang bisa aku dapat.

    Aku pertama kali kenal sama kata-kata bipolar disorder dari acara di metro tv. Pas waktu itu dibahas, aku ngira2 apa iya ya aku termasuk yang kena bipolar disorder?. Mood g jelas, naik turun gitu, di satu waktu seneeeeng banget tapi mendadak berubah jadi emosi, pengen marah, gampang nangis(huhuhu…aku cengeng kali ye?), sensitif juga, aku ngrasa kok orang laen g bisa ngerti aku siy ?(haduuuh…hehehe), dan hal2 lain yang mungkin susah dimengerti orang laen. Yang jadi masalah adalah hubungan aku sama lingkungan sekitar… Tapi alhamdulillah masih dalam kategori tidak terlalu parah. :-)
    alhmdulillah masih ada di jalan Allah swt. , meskipun jalannya tidak selalu lurus, kadang belok kanan belok kiri, banyak kerikil dan rintangan menghadang (namanya manusia). Masih bisa menikmati anugerah-Nya jg.

    Mungkin kita lebih baik konsultasi ke ahlinya langsung, katanya ada obatnya gitu trus ada semacam terapi juga. Siapa tahu bisa lebih membantu secara efektif.

    Yah, itulah sepatah dua patah kata dari saya. Kalau ada yang kurang berkenan ya mohon maaf…
    Trimakasi atas perhatiannya…. :-)

  15. tanyaaaaa

    gmana cara menghadapi org yg mengalami bipolar?

    kita harus gimana dunk buat nolong dia?

    thx

  16. emilykes

    gw juga mau dunk minta info”nyaaaa

    la2_angel@yahoo.com

    thx ya

  17. Posted by alfi on Maret 3, 2009 at 11:39 am

    gw baru denger kata itu, mungkin gw salah satu pengidap penyakit itu. Karena gw baru menyadari kalau gw merasa tidak menemukan kondisi yang stabil. Gw sadar seharusnya gw bahagia dengan keadaan gw saat ini dan ngga ada yang membuat gw tiba2 sedih atau bahagia berlebihan. Tapi “kestabilan” itu belum gw dapatkan. Dalam jangka waktu tertentu, gw sering nagis malam duduk dusudut, sampe suaami gw bingung. Paginya gw bisa ketawa-kwtiwi dikantor, daan beraktifitas seperti biasa. Gw kasihan sama suami gw aja, yang kadang merasa bingung dan ngga nyaman dengan keadaan gw ini. Yang sedikit ngebantu sih, dalam kondisi sadar gw cuma mikir gw harus deket dengan Tuhan. itu aja,… Mudah2an ini bisa hilang deh…

    thx

  18. Posted by lily on Juni 20, 2009 at 12:07 pm

    HAI! gue didiagnosa Bipolar 2 tahun yang lalu. padahal gue udah konsul ke psikiater selama 6 tahun. selama 4 tahun pertama gue didiagnosa mengalami depresi . jadi gue minum antidepressant dan obat tidur (krn gue insomnia), tidak terus menerus, krn kalau gejala depresi gue hilang ya psikiater gue langsung berhenti ngeresepin antidepressant. pada saat2 ok begitu gue sangat aktif, agak terlalu mungkin. gue merasa kuat dan nargetin hal-hal yang kelihatan sulit dicapai tapi anehnya tercapai juga. temen seneng ngobrol sama gue krn kata mereka gue bikin semua happy. gue ceritain itu ke psikiater gue,dan dia bilang,”See, you’re ok now!” . jadi gue nyantai aja, belakangan gue tau itulah yang disebut keadaan manic! dan bahkan psikiater gue yang sangat huibat itu ngga nandain perubahan drastis gue. so, ritual gue adalah masuk depresi lalu nyemplung ke manic. gue hanya dikasih obat waktu dalam keadaan depresi, ngga minum apa-apa waktu lagi manic krn ya itu tadi, psikiaternya aja ngga tau! dari waktu ke waktu depresi gue makin hebat, dan manic gue yang terwujudkan dalam gila belanja, sampai ke tingkat yang paling tinggi, gue sampai bangkrut, kehilangan pekerjaan dll. dalam keadaan super kacau gitu gue sempat merasa ngga layak hidup, untung ngga tjd apa-apa…close call lho waktu itu! akhirnya gue cari gurunya psikiater gue, dari beliau gue tau bahwa yang sebenarnya terjadi adalah gue mengidap bipolar, suatu disorder yang disebabkan oleh ketidakseimbangan chemistry otak… so gue dikasih obat lain yang lebih kurang harus diminum selamaaa…….lamanya sampai mati. satu hal yang ngancurin perasaan gue, tnyt antidepressant yang gue minum 4 tahun itu memegang peranan penting dalam peningkatan kadar manic episode gue! Prof itu bilang bhw penegakkan diagnosa bipolar memang sering terlambat, yah mungkin dia ngomong gitu karena membela koleganya. saat ini gue masih sangat depresi, jadi gue masih disfungsi tp soal manic kaya’nya banyak sekali berkurang. o ya ortu & saudara gue ngga mau terima kenyataan bahwa gue bipolar, mungkin mereka masih dalam taraf penyangkalan, tapi gue ngga akan berhenti mencoba mengajak mereka untuk menerima kenyataan ini.

  19. Posted by lily on Juni 20, 2009 at 12:23 pm

    alin obat ocd itu banyak banget, so find a good shrink and say goodbye to ocd. you can make it go away. it’s nothing compare to bipolar but doesn’t mean it’s ok to live like that coz someday you will be too tired to walk the way “you feel you should” …

  20. Posted by alin on Juni 20, 2009 at 7:02 pm

    @lily
    Wah… 6 tahun yg panjang. Jadi obatnya harus seumur hidup?? Menurut gw, untuk org yg positif bipolar loe tergolong org yg sangat berpikiran positif, why?? cuma kamu yg g terprovokasi tulisan arogan gw hehehe. serius nih bnyak yg menganggap gw anti pengidap bipolar, padahal gw cuma anti kegiatan bunuh diri. Kalo lg kecewa/kesal/marah/gusar sama orang gw gak kepikiran buat mati malah otak kriminal gw memikirx how to murder that bastard! yeah tp untungnya malaikat dipundak kanan gw bekerja dg sangat baik… lidah gw aja yg belum bs jd lidah yg baik.

    Soal ocd itu udah teratasi, tw gak terapinya apa bwt gw? ngpel lantai setiap hari!! karena ngepel itu capek otak gw jadi gak mikirin dimana gw harus berpijak melainkan gimana caranya supaya ngepelnya cepet selesai!! untuk buta arahnya, sekarang gw selalu pake gelang di tangan kiri, n gw pake jam yg ada kompasnya n lebih memperhatix pergerakan matahari.Beres.

    Gw g bisa ngasih komen apa2 nih tapi gudluck n have a nice life buat Lily n thanks buat sharing n masukannya. Mmm… keluarga itu bisa jadi sekutu yg baik, tapi sewaktu2 bisa jadi musuh yg berbahaya. Soalnya keluarga itu tempat terakhir buat kita untuk pulang n istirahat, kalo mereka udah g bs nerima kita nah itu harus kita yg kerja keras.

    Seharusnya gw buat tulisan baru tapi males jd nulisnya disini aja mumpung inget. Beberapa kenalan gw mengalami stres dikarenakan penelitiannya mandeg. Nah saat kritis ini (gw jg pernah ngalamin sih jd gw ngerti bgt) gw info kan kepada anda sebagai keluarga terutama org tua yg punya anak yg sedang penelitian terutama dibidang ilmu pasti alam (halah jadul bgt sih!) anaknya jgn ditekan, apalagi g ditegur2. dikampus itu tekanannya udah berat jadi jgn ditambah2 ya bu, pak, kasian ntr bisa stres tuh kayak tetangga gw, anaknya temen nyokap gw sampe depresi g mau liat kampus lagi, bahkan bisa terjadi bunuh diri!!

  21. Posted by lily on Juni 21, 2009 at 1:50 pm

    thanx untuk tanggapannya. tapi gue ngga nulis krn terprovokasi sama tulisan lo…ngga ada yang memprovokasi gue dalam tulisan lo. gue cuma senang ada orang sini yang ngomongin bipolar, terlepas dari caranya. soal suicidal / bunuh diri, bipolar ngga identik dengan bunuh diri deh…bahkan lo ngga harus ’sakit’ untuk bisa bunuh diri. kecendrungan memilih penyelesaian permanen untuk kondisi temporal alias suicide itu juga bisa aja terjadi akibat lekatnya suatu budaya tertentu pada diri seseorang. ngga semua orang yang bunuh diri menderita bipolar. ada yang menarik di tulisan lo, lo bilang kalau lagi gusar/ marah / kecewa sama ORANG lo lebih mikir gimana cara ngabisin that bastard… coba tanya diri lo, gimana kalau ORANG / THAT BASTARD, yang bikin gusar/ marah / kecewa / dll adalah diri lo sendiri?dalam kasus bunuh diri pangkalnya seringkali adalah kemarahan / kekecewaan si pelaku pada DIRINYA sendiri. jangan pikir gue pro bunuh diri, gue cuma ngajak lo berpikir dari sudut pandang lain. o ya selamat ya udah bisa ngatasin ocd dng cara senam lantai gitu hehehe… apa aja yang penting ngga sampai bunuh diri, UPS…

  22. Posted by alin on Juni 23, 2009 at 2:46 pm

    @lily
    “better die than live this low…” yups gw pernah mikir gitu setelah brhari2 hidup kayak zombi, seolah2 nasib gw paling jelek sedunia. tapi setelah itu gw ketemu org yg (untungnya) nasibnya 2x lbh jelek dari nasib gw.

    Jadi (gw g bakal mendetil soalnya g trlalu enak untuk diinget2) org itu awalnya bernasib sama spt gw, kita sebut aja punya stigma tertentu. kalo smua org tau brarti musibah dg M kapital seumur hidup. Nah untungnya stigma yg kami punya g banyak org lain yg tau. Masalahnya karena stigma itu dia memutuskan untuk bunuh diri tapi sayangnya gagal n gara2 kegagalannya itulah stigma awal yg sedikit org tau jd tau semua, plus dijidat lo jd ada cap gede “suicidal tendencies” padahal baru nyoba sekali, jadi org itu harus hidup dg 2 stigma. Jujur nih gw g tau org ini masih idup apa enggak, yg jelas gw rasa2nya g sanggup kalo hidup kayak gitu. maybe sometimes i’m such a coward but not big fat loser to death.

    Gw jd mikir2 nih Ly, gw pernah tu liat anak umur 17 or 18 gitu mau bunuh diri terjun ke sungai gara2 ceweknya mau sekolah keluar kota! ada lagi mantan tetangga gw nyoba bunuh diri karena istrinya selingkuh! kalo liat di TV kebanyakan kasus bunuh diri itu karena faktor CINTA. yg jadi pikiran gw sekarang: dulu waktu gw pengen mati aja itu karena gw terlalu cinta ama diri sendiri, takut bgt kalo gw g bs diterima org lain jadi lo 100% bener kalo suicidal itu g perlu ’sakit’ dulu sebelum braksi. Seumur hidup sejujurnya nih gw blm mengalami jatuh cinta (najong) sama org lain sampe kayaknya gw g bs hidup tanpa org itu. Menurut lo, apa gw sebegitu narsisnya?? kayaknya gw blm boleh ngejudge org yg nyoba bunuh diri karena sangking cintanya ama pasangannya, gw blm ngerasain sih n g mau kayaknya…

  23. Posted by lily on Juni 27, 2009 at 4:47 pm

    @ Alin
    Asyik jg ya bisa nemuin org yg kebetulan bernasib 2X lebih jelek dari lo di saat2 crusial bgitu. Mungkin yg di atas SONO yg ngatur spy lo ngga buru-buru masukin kepala ke oven, motong nadi leher lo atau nyeruput Vixal…gue pribadi berpendapat saat itu mungkin lo belum niat betul suicide. Dalam artian, mungkin saat itu lo hanya BERPIKIR utk bunuh diri, belum sampai MERASA HARUS MATI, gitu. Soalnya dari buku” psikiatri yang gue baca, kalau orang udah MERASA HARUS MATI, ngga ada yang bisa nyetop! Btw stigma M itu apa sih? Hehehe, sumpah gue ngga ngerti. Yg pasti gue sangat prihatin ttg nasib teman lo yang jadi terekspos habis-habisan stl percobaan bunuh dirinya itu…fenomena udah jatuh ketabrak truk! Tapi bahkan Psikiater aja pasti langsung mencap jidat temen kamu dengan cap yang sama, kok! Setelah satu kali mencoba bunuh diri, seseorang akan dicap punya kecendrungan bunuh diri. Makanya kalu mau bunuh diri pake rencana! Alin, gue ngerti kalau lo ogah harus jatuh cinta sampai ngga bisa hidup tanpa orang tsb, krn menurut gue kita ngga bisa mempercayakan kelangsungan hidup kita pada orang lain… & itu ngga berarti lo narsis. Tapi kalau sampai antipati untuk jatuh cinta, itu agak membingungkan. lo pernah pny pengalaman yang memuakkan banget ttg cinta ya, sampai lo ngga mau ngerasain jatuh cinta? Soal belum or sudah bolehkah lo playing judge over suicide, jawabannya lo ngga akan pernah boleh.

  24. Posted by alin on Juni 28, 2009 at 2:41 pm

    @Lily
    Hahaha gw rasa memang gw cuma punya harapan buat mati aja waktu itu, bukan buat bunuh diri. Gw salah kalimat kayaknya, bukan stigma M tapi musibah dgn M kapital= MUSIBAH. Oh sbenernya org itu bukan temen gw kecuali kalo minjem pulpen itu udh termasuk temenan, gw baca dikoran n denger cerita dr org aja. Gw sih g brani trlalu dekat dg org yg keliatannya berefek negatif seperti org yg trlalu banyak ngeluh atau terlalu banyak ngatur misalnya, soalnya gw tau limit gw, takut kebawa aja.
    Nah kalo jatuh cinta, well ya… gw rasa itu hal paling gampang sedunia cuma kita gak nyadar aja. Gw contohin: waktu itu gw nunggu temen gw yg lagi oprasi bahu di klinik sama 3 org temen. Tiba2 mati lampu, uh panik semua, nah salah satu temen cowok gw (gw g pernah ngobrol ama dia cuma tau nama doang) langsung berdiri bantuin teknisi di klinik itu bwt ngidupin generator. Lanjutnya lo taulah (god plis jgn sampe org itu baca tulisan gw, kalo dia baca, Ly lo harus cariin lobang paling dalem di dunia ini bwt gw). Intinya gw g punya trauma soal cinta secara pribadi. Tapi karena gw punya latar blakang geografi jadi gw suka memperhatikan lingkungan. Beberapa org yg gw kenal atau gw tau, tumbang karena kasus patah hati or say too much love. Kasus terakhir nih, emang lo percaya temen gw ngelahirin bayi umur 26 minggu(sama persis dg umur pernikahannya) seberat 2 kg lebih n panjang 45cm bugar n sehat tanpa komplikasi? temen gw itu jilbaber. Gak perlu jd jenius untuk mengerti situasinya.
    Setelah gw pikir2, bener gw g berhak, menurut istilah lo, playing judge over suicide.

    Tapi kita tau hal itu salah, so kenapa kita harus membuat atmosfer yg mendukung tindakan itu? kalo ada yg baca stetmen seperti “kisah romeo n juliet merupakan gambaran cinta sejati” ada loh org2 psakitan yg mau mengcopy kisah itu jadi kenyataan. Lain halnya kalo lo baca “kalo lo bunuh diri, lo goblok, loser of the century.” pasti lo langsung mikir “gw gk segoblok itu”, nah kemudiannya baru lo mikir “ni org buat stetmen seenak2 udel, org bunuh dirikan ada alasannya”. Ngerti kan kenapa gw nulis hal2 negatif soal bunuh diri?? kesadaran sepersekian detik pertama itulah yg gw harapkan, bukan terusannya. blog gw dibaca ribuan org, kalo gw membuat stetmen yg bias seoalah2 membenarkan suicide, bisa2 dikira gw lagi buat sekte kematian berjamaah lagi!

    That’s it. When your time it’s up, it’s up. We may not know what we’re doing, but God always does. So you have to take the bad with the good-that’s what life is. and sometimes we earn our happiness with pain n tears. Good times don’t make us strong.

  25. Posted by lily on Juli 2, 2009 at 9:00 pm

    @ Alin
    Musibah? Gawat mana dng dicap M (MIRING) kaya’gue ini?Tadinya gue pikir lo pernah dijahatin sama cowo yg masuk kategori mother fucker fucking asshole, hehehe! Abis statement lo kaya’ orang yang muak banget sama cinta. Tp mmg lo bener, jatuh cinta bisa sangat mudah,& dalam kasus gue, bisa sekaligus goblok! Bayangin baik2 ya, Gue pernah jatuh cinta -gubrak- sama psikiater gue sendiri (???), padahal seharusnya gue tau dia begitu penuh perhatian & simpati pada gue karena gue ga pernah lupa bayar dia 250 rebu sekali dateng! Gue bersyukur ketololan tersebut tidak berlarut2 or sampai melibatkan percampuran cairan tubuh -amit2 jabang bajaj-! Dan apa yg terjadi antara lo and cowok yg punya inisiatif A+ itu sangat manusiawi, jd lupain soal lubang, ok… Tapi temen lo yg ngalamin kehamilan singkat dng hasil maksimal, & konsisten dlm kebohongannya jelas perlu lubang hahaha! Kembali ke suicide, well Alin… siapa juga, at least di antara kita berdua yg berniat menciptakan atmosfer yg membenarkan perbuatan tersebut? Gue ngga pro suicide, lo juga ngga. Masalahnya kita pny pendekatan yg berbeda. Pendekatan lo selain berkaitan dng tgjwb moril thd blog lo ini (halah!), jg lbh ditujukan utk personnya langsung. Gue lebih pada lingkungan sekitar orang itu. Buat gue, bunuh diri jelas perbuatan yg salah. Kalau kita ngga mau orang memilih jalan itu ada baiknya kita mempelajari baik-baik apa yg mendorong terjadinya bunuh diri, kalau bisa mensosialisasikannya agar orang2 yg beresiko, terhindar dari kemungkinan itu, dan sanak saudara / teman dr orang yg beresiko tinggi bunuh diri bisa mengenali adanya kecendrungan tsb yg pd akhirnya bisa melakukan pencegahan. Contoh konkret, org yang berada dlm keadaan depresi berat beresiko tinggi bunuh diri. Siapa yg perlu tau resiko ini? Ya selain orang itu sendiri, keluarganya juga harus tau. Jadi misalnya ada anggota keluarga yg sdg depresi berat jng dibiarin home alone. Hidup bukan hidup kalau cuma diisi satu jenis perasaan. Kesedihan membuat bahagia lebih terasa, dan ingatan akan kebahagiaan meringankan kesedihan kita…

  26. Posted by alin on Juli 17, 2009 at 3:40 pm

    @Lily
    Baru 2 minggu gw tinggal udah ada yg ngias blog gw pake nick’s realy realy bad words, emang miring lo…
    Mari kita jaga diri kita dan orang sekitar agar tidak depresi! salah2 bia dimanfaatkan oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab bwt bunuh diri seperti dipengaruhi supaya ikut program bom bunuh diri.
    Kasus lama ni Ly, kalo bunuh dirinya pake bom sambil ngajakin orang lain itu kira2 kelainan apa ya??
    Jadi merinding nonton berita…

  27. Posted by linggawardanasahajakers on Juli 28, 2009 at 8:18 am

    mungkin belum tau dari penderita yang sebenarnya yah…
    saya sendiri adalah penderita bipolar disorder..memang emosi itu benar adanya…
    tapi jangan pernah menyalahkan seorang bipolar yang berakhir dengan bunuh diri…
    kalian tidak akan pernah tau bagaimana rasanya mengalami depresi seperti itu tanpa diketahui penyebabnya…
    penderita bipolar yang saya alami diakibatkan terganggunya neurotransmiter dalam otak yang mempengaruhi emosi…

    saya sendiri ga ngerti…terkadang gampang sekali hidup itu terasa jika berada dalam posisi manic..semua pikiran positif datang dan tidak ada yang ditakutkan…seperti orang yang bisa menggenggam dunia…dan itu menurut dokter adalah sangat tidak baik, karena mengganggu orang sekitar dengan waham-waham tersebut…

    di satu sisi…bukan hal yang lebay jika terjadi depresi dan emosi negativisme…saya beritahukan bahwa jika dalam kondisi depresi, mengobrol dengan orang lain adalah hal yang sangat sulit dilakukan, karena menyangkut negativisme tersebut..hanya ada pikiran negatif yang datang..dikira ini lah dikira itulah kalo ngomong…yups …

    saya sendiri orangnya ya tertutup, dan jarang membicarakan ini dengan orang lain…karena ketakutan seperti itulah…
    jadi untunglah sekarang ada kesempatan seperti ini….
    diharapkan teman-teman bisa membantu orang-orang yang terkena sindrom bipolar disorder ini…

    tidak ada seorang pun yang menghendaki hal ini, saya terkadang menangis dalam hati..kenapa tidak seperti orang normal seperti biasanya…kerja hancur-hancuran, sosialitas terganggu…dan yang saya percayai hanyalah dokter saya..dan belum ada seorang pun yang bisa saya percayai untuk penceritaan masalah saya kecuali dokter saya…sungguhpun dunia itu bagai neraka..(mohon maaf lagi depresi mode..hehe..)

    tetapi salah satu hal yang membuat saya kuat adalah bagaimana saya bergantung kepada Beliau Yang Memimpin Dunia ini…itu saja…IA yang sebagai tempat tergantung diri saya untuk menyatakan bahwa bukan bunuh diri adalah jalan yang ada pada saat depresi…walaupun saya pernah mencoba melakukannnya karena sifat negativisme yang tidak mempercayai orang…

    sepertinya saran yang gampang adalah berusahalah percaya,hmmmm…setelah apa yang saya jalani dengan berat ini…saya pikir saya mempercayai keluarga, dokter, dan Beliau…itu saja…
    kalo teman…hmmmm…..belum saatnya mereka untuk menderita karena segala curhat saya tentang penyakit saya…dan mereka pun biasanya akan menganggap gampang saja…(aah sabar ja)…dan mereka punya kesibukan sendiri-sendiri mungkin…(ini salah satu pikiran negatif dari saya)…

    gmana ..??

    salam…

  28. Posted by Dina on Oktober 8, 2009 at 6:29 pm

    Menemukan diskusi tentang bipolar disorder ini sangat melegakan bt aq. Bertahun-tahun sbnrnya aq menyadari ada yang aneh dalam diri dan hidup aq. Singkat cerita, sampai akhirnya q nonton helthy life d metro tv dan semua gejalanya tuh “gue bgt!!”. Dulu aq konsultasi sm psikolog dan ikt training” motivasi gt, tp ternyata itu semua ga terlalu bnyk membantu. Sampai akhirnya, aq memutuskan untuk k psikiater, berharap ada cara dan solusi yg lebih efektif. Tp, ternyata lagi-lagi beberapa kali pertemuan ga ada hasil, mgkn kasusku sama kyk Lily, dokter aq ga menggubris masalah bipolar, pdhl aq udh ngomongin itu dari awal pertemuan ke dia. Akhirnya krn ga ada hasil, aq malah jd tmbh ngeDrop.
    Sampai detik ini aq belum nemuin penanganan yg tepat, kalo bisa aq pengen ngobrol lebih banyak sm Lily, siapa tahu bs discuss lbh sm dia sesama penderita. Tolong mnta alamat email atau apapun yg bs aq hubungi. Thx a lot, it will be so mean for me.

  29. Posted by lily on November 14, 2009 at 7:31 pm

    @ Dina.
    Sebelumnya makasih buat Alin yg udah ngangkat Bipolar dalam diskusi sehingga gue -akhirnya- bisa berkomunikasi dengan sesama penderita Bipolar Disorder. Gue doain lo dapet a high end job, a loving lover and live happily ever after deh Alin!
    To Dina, Salam Kenal!
    Aku harap banget kamu membaca ini dan masih pengen ngobrol sama aku.
    Rasanya lega bisa bicara dengan sesama penderita Bipolar. Pada kenyataannya ada jutaaan orang seperti kita, penderita Bipolar Disorder di luar sana. Tapi hanya segelintir yang mendapat diagnosa dan perawatan yang tepat dan lebih sedikit lagi yang mau mendiskusikan masalah ini secara terbuka. Sejak akhir Agustus sampai akhir bulan Oktober aku masuk Depresi. Dalam keadaan Depresi, terserah mau percaya atau engga, jangankan liat-liat blog, turun dari tempat tidur aja udah perjuangan. Aku baru bisa on track beberapa hari terakhir ini, jadi ya baru baca tentang kamu sekarang. So kl pingin ngobrol lebih banyak langsung ke florencestrive@yahoo.com aja, ok?

  30. Posted by lily on November 14, 2009 at 7:49 pm

    @Linggawardhanashajakers
    Salam Kenal!
    Nama saya Lily, kalau kamu trace back di sini kamu bisa lihat dengan jelas bahwa saya juga penderita Bipolar Disorder. Saya mengalami episode Mania dan Depresi berganti-ganti. Saat saya dalam keadaan mania saya mudah percaya pada orang, saat Depresi saya merasa sulit untuk menaruh kepercayaan pada siapapun.
    Saya berani bilang sama kamu bhw saya m e n g e r t i perasaan kamu. Jadi saya ngga akan gampang-gampang nyuruh kamu sabar. Karena dalam ayunan perasaan euphoria (saat mania) dan Depresi yang melumpuhkan itu, kesabaran adalah suatu kemewahan yang tak terjangkau. Tapi saya bisa kasih satu saran buat kamu, berhubung Bipolar Disorder adalah penyakit seumur hidup, mari kita pelajari /kenali segala sesuatu tentang “teman hidup” kita ini sebaik-baiknya sehingga perlahan-lahan kita bisa mengendalikan “teman” yang satu ini.

Tanggapi posting ini