Setelah mencari-cari lagi, akhirnya kutemukan lagi kutipan2 aneh yang aneh2 dari jurnalku, ternyata aku jago ngarang juga ya? Gak percumapunya hobi mengkhayal…
untuk yang pertamasih bukan khayalan murni tapi hasil renungan semalam suntuk karena gak bisa pulang ke rumah. This is about my hometown
“Suatu tempat penuh kedamaian dimana semua kenangan akan masa kecilku yang tak kan pernah kulupakan akan terus hidup meskipun temapatku berada sekarang terpisah jarak yang begitu jauh. Di sana jugalah semua harapan akan masa depanku mulai terlahir dan tumbuh bergulir menjadi semakin matang dan dewasa. Tiap kali aku kembali ke sana, selalu kudapati kekuatan baru untuk menghadapi masa depan. Kekuatan yang takkan pernah kudapati dari tempat lain, entah karena orang-orangnya atau karena ketenangan disana. Saat aku merasa rapuh dan kehilangan tujuan maka disana aku menemukan apa yang kuanggap hilang. Seolah duniaku kembali ke alam nyata dan kakiku menapak bumi dengan lebih mantap.”
Jadi sedih lagi… Pengen pulang banget nih gimana dungs/ penelitian nambah2 parameter mulu bikin puyeng. Padahal aku udah berencana pulang ke rumah buat mencairkan ketegangan di otak, di bogor sepi…
Sendiriku
Kutunggu kau di sini
Berharap kita bisa bersama lagi
Detik demi detik berlalu bagai merangkak
Derap langkah di sekitarku hanya berlalu
Meskipun kuberharap salah satunya adalah milikmu
Mentari berlalu berganti malam
Begitu gelap tanpa lentera di langit
Harapanku hanya tinggal satu pertemuan
Tapi dunia seolah semakin sepi
Beberapa tetes air membasahi wajahku
Udara dingin menembus tubuh
Semakin gelap dan semakin kosong
Dan kini pandanganku hanyalah hujan
Hujan di mataku
Hujan di hatiku
Itulah hidup ya, gak pernah ada kata puas, yang ada pengen seneng terus gakmau susah. Padahalhidup itu selalu seperti roda, berputar…
Lewati waktu dalam diam
Terekam jejak langkah setiap kita
Membekas tak berarah di atas pasir kehidupan
Titik-titik air menyelimuti sang mentari
Dengan atau tanpa ratapan semua beranjak pergi
Terhalang, tertinggal atau terhenti
Akan tetap berlalu tanpa ada titik balik
Hanya ada satu jiwa dengan satu keputusan
Dan satu kemenangan
Atau mungkin satu penyesalan
Dalam serpihan waktu yang tersisa
Judul puisi aneh ini adalah siklus. jangan tanya kenapa judulnya seperti itu,karena aku uga gak tahu jawabannya he..he..he..
Aku punya tulisan yang gak bertanggaltapi sepertinya hasil tulisan setahun yang lalu. Kayaknya sih aku lagi mau bikin cerpen tapi gakkelar atau gimana gak tahu,tapi aku kasih judul cerpen separo jalan itu ‘wild Angel’
“Rio…” Kudengar Sitta memanggilku, aku berdiri diam ditempatku menanti kehadirannya.
“Mau jemput aku ya?” Tanyanya ketika sudah berada di sampingku. aku menariknya ke sebuah ruang kuliah yang sedang kosong.
“Aku mau bicara.” Mungkin kata-kataku sedikit ketus sehingga membuat wajah tirus gadis di hadapanku membeku, sebaiknya aku bicara secepat mungkin dan pergi dari tempat ini.
“Kita putus, maaf tapi aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan ini.” Kataku tegas, wajah beku di hadapanku mulai mencair, mata sayunya tampak semakin layu tapi dia tidak menangis ataupun berusaha mengalihkan tatapannya yang mengintimidasi. Mata itulah yang selama ini ku kagumi dan mata itulah yang telah menipuku.
“Begitu…” ucapnya pelan, “Selamat tinggal.” Sesaat kulihat senyum samar di bibir tipisnya, sebelum ia berbalik pergi. Hari itu, entah kenapa aku merasa ditinggalkan.
Menarik juga,aku gak inget pernah nulis begitu mungkn suatu saat nanti aku bkal ngelanjutin ceritaya.entah kapan itu… aku punya tulisan lucu yang kesannya merana banget:
Inilah hidupku,setelah 21 tahun tinggal di planet bumi. Gersang seperti gurun sahara, entah kenapa aku bisa asosiasikan hidupku dengan gurun sahara padahal belum pernah ke sana cumapernah liat di peta. Hidupkupun sangat membosankan tanpa angin dan gelombang,lempeng ajah… Kayak tol pantura. Dan sekarang Pantura banjir tapi kok aku ngerasa biasa2 aja ya???


Posted by joe on Maret 13, 2008 at 11:40 pm
tetep aja gak meaning, pa kabar? gak nyangka bisa ngomong juga…
Posted by bedul on Maret 13, 2008 at 11:42 pm
bha…. adek gw romens juga ya? Joe pa kabar? kapan buat ponakan?
Posted by alin on Maret 14, 2008 at 11:46 am
joe: gw bisa ngomong dari umur setaun kurang, gw masih waras, gimana nyonya?
bedul: siapa yang adek lo? ponakan saha?
Posted by joe on Maret 14, 2008 at 1:20 pm
bedul: baek men! gw udah kirim email, ponakan gua, terserah aja dari saha!