Agak sulit mengingat masa-masa TK yang udah berlalu belasan tahun itu, saat itu juga masih tuna aksara jadi belum punya jurnal harian, tapi berhubung TK ku deket dengan rumahku, secara otomatis aku masih keep in touch dengan beberapa guru TK yang mengajarku dulu. Yang aku inget, seragam TK ku adalah terusan berwarna orange dan aku suka pake sepatu merah mengkilat dengan kaus kaki putih berenda. Norak…
TK Pembina, itulah nama TK-ku beralamat di jalan serayu no.?? Bengkulu, dan kepala sekolah ku bernama ibu Alina Tahar dan sekarang beliau sudah meninggal dunia. Aku gak begitu ingat guru-guru yang mengajarku tapi aku masih inget degan Ibu Ros dan pak Masri, Terakhir bertemu mungkin sekitar 2 tahun lalu saat aku pulang kampoeng.
Seperti anak TK lainnya, aku suka main ayunan dan perosotan dan aku termasuk anak nakal di TK. Kalo kalian mulai belajar bolos sekolah waktu jaman SMP maka aku sudah sering melakukannya saat masih ingusan di TK. Aku kurang inget kali pertama memutuskan untuk loncat pagar dan berlari pulang ke rumah, tapi aku inget sekali suatu kali saat aku dan temanku yang bernama Reni main di pinggiran kolam kura-kura di sekolah kami. Di dalam kolam terdapat 2 ekor kura-kura dengan kedalaman kolam sekitar setengah meter. Awalnya kami hanya merendam kaki disana dan kemudian mulai mencoba berjalan di kolam dan menangkap kura-kura, sangking asiknya secara tak sengaja aku mendorong Reni hingga jatuh, alhasil Reni jadi basah kuyup dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Beberapa guru menghampiri kami dan marah atas kebodohan kami, untungnya mereka cepat tanggap dan menyuruh aku dan Reni masuk ruang guru. Ibu guru menyuruh Reni berganti pakaian dengan pakaian jepang yang ada di sanggar TK kami,
untung dia gak disuruh pake baju adat Sumatra barat!!! Kami di suruh menunggu kepala sekolah yang akan memarahi kami di ruang guru, tapi bu guru kok lama ya
akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja meninggalkan Reni sendiri, aku gak inget aku ngomong apa kepada temanku yang malang itu yang jelas aku berhasil lari ke gedung belakang dan naik pagar menuju kebebasan…
Lain waktu aku cabut dari kelasku karena aku males makan bubur kacang ijo yang menjadi menu bulanan di sekolahku. Mending makan nasi goring di rumah
orang tuaku kayaknya gak tahu kalo aku suka bolos TK, soalnya kan mereka kerja sampe jam 2 siang, terus kakakku yang Cuma beda usia 1 tahun denganku luar biasa amburadul, jadilah aku semacam Angel di rumah, raport TK ku bagus sih soalnya aku pinter ngibul
Sepertinya bakat-bakat bajingan sudah mulai terpupuk sejak aku masih TK…
Aku ingat kalo waktu TK punya teman yang namanya Ika Yustika Sari, waktu TK dia centil banget. Kami sering saling mengunjungi bahkan orangtua kami akhirnya saling mengenal juga. Aku gak inget tentang apa saja yang pernah kami lakukan selain main ayunan hingga kepala bocor, atau membuat istana untuk boneka kertas kami, yang jelas kami akhirnya masuk SD yang sama, tetap berteman sampai akhir masa SD tapi tidak terlalu dekat seperti saat TK karena seperti pepatah: waktu mengubah kita, kami sepertinya berbeda tipe pertemanan tapi kami tetap berteman baik, kan sama-sama anggota kelompok sayur waktu di SD.
Aku di TK selama 2 tahun, dari nol kecil sampai nol besar. Pokoknya master bin the expert banget deh di TK itu, sampe aku tahu semua jalan tikus buat kabur dari sekolah terus main ke sawah atau tembus sampe ke pantai dan berakhir dengan main di rawa-rawa dengan para anak pantai, nyari genjer buat dimakan sama ikan yang dapet minta dari nelayan yang baru narik pukat. Bahagianya masa-masa itu… sekarang sawah tempat kami biasa mungutin tutut sudah menjadi perumahan, rawa-rawanya udah jadi kolam ikan gurame dan TK ku pagarnya sudah dibeton, kalo dulu berupa pilar besi yang udah patah di beberapa spot, tempat aku kabur dari sana…

